Pengajian Wali Murid dan siswa-siswi SMK N 1 BANTUL Kelas XI TKJ 2

Pengajian XI TKJ 2 SMK N 1 BANTUL ini dilaksanakan setiap sebulan sekali pada minggu kedua di rumah siswa secara bergantian. Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk sikap religius, meningkatkan pengetahuan, pemahaman agama islam, membentuk ahlak mulia, sebagai sarana silaturahmi antar siswa-siswi, wali murid, guru, meningkatkan keakraban antar siswa-siswi, wali murid, guru, dan menyampaikan berbagai informasi berkaitan sekolah pada wali murid siswa. Selain itu para wali murid dapat menyampaikan berbagai hal tentang putra-putrinya melalui kegiatan ini dan mendapatkan jawaban langsung atau pemecahan masalah dari wali kelas, bapak-ibu guru, Ketua kompetensi keahlian dan BK . Pengajian yang diadakan pada tanggal 14 April 2019 di rumah siswa bernama mas Wildan Sewon ini menjelaskan tentang pengetahuan agama baik untuk siswa-siswi maupun untuk wali murid SMK N 1 Bantul. Nara sumber pengajian adalah Ustadz Handoko. Ustadz Handoko menjelaskan cara orang tua mendidik anak, sikap anak terhadap orang tua, dampak sukses tanpa agama, sejarah ilmuwan islam sebagai awal munculnya teknologi , hubungan sains dengan agama islam.

Ustadz Handoko menjelaskan bahwa ada perbedaan frekuensi gelombang otak anak dengan frekuensi gelombang otak orang tua. Perbedaan ini menyebabkan cara penyampaian dan isi materi yang disampaikan pada anak berbeda dengan isi materi dan cara penyampaiannya untuk orang tua. Materi atau nasihat untuk anak usia remaja lebih memotivasi anak untuk melakukan perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari. Ustadz Handoko menjelaskan bahwa anak yang baik bersikap hormat pada orang tua. Pada usia remaja, orang tua dijadikan sahabat sehingga lebih mudah menerima nasihat dan motivasi dari orang tua. Orang tua dan guru menjadikan anak sebagai sahabat . Dengan cara demikian, anak lebih mudah menerima materi, nasihat dan motivasi sehingga mampu meningkatkan ahlak mulia nya, karena anak merasa lebih nyaman dalam menerima ilmu, materi , nasihat , dan motivasi. Selain itu orang tua diharapkan mendidik anak sesuai zaman yang dihadapi anak saat ini karena zaman yang dialami anak berbeda dengan zaman orang tua.

Sukses tanpa agama menyebabkan munculnya pembuatan dan pemanfaatan teknologi untuk perbuatan tidak baik. Contohnya perbuatan meretas melalui teknologi, cloning manusia, tidak mengakui adanya Tuhan karena mampu merekayasa genetika mahluk hidup, dan lain-lain. Oleh karena itu, anak harus mendapatkan pendidikan agama baik di rumah dan di sekolah.

Pada saat ini anak-anak tidak terlepas dari ilmu dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi awal mulanya ditemukan oleh ilmuwan muslim . Contohnya Ibnu Haitham sebagai Ilmuwan di bidang optic khususnya cahaya, Al-Biruni sebagai ilmuwan di bidang matematika, dan ilmuwan muslim lainnya. Ilmu pengetahuan Sains telah dijelaskan dalam Al-qur’an . Salah satu ilmu sains yang dijelaskan dalam Al-qur’an adalah kulit manusia yang terdapat dalam surat An-Nisaa ayat 56. Ayat ini menjukkan bahwa di neraka, tubuh orang-orang kafir yang terbakar seluruhnya. Akibatnya, semua struktur sel dan lapisan-lapisan kulit mereka mengalami kerusakan total dan tidak lagi berfungsi untuk merasakan panas dan pedihnya siksa neraka. Bila kulit mereka tidak diganti, mereka akan lebih cepat mengalami kematian dan tidak lagi merasakan pedihnya siksa neraka. Oleh sebab itu, pada ayat ini Allah SWT secara tegas mengutarakan maksud penggantian kulit mereka dengan kulit-kulit yang baru supaya mereka merasakan adzab.

 

Narasumber : Eneng Fitriani Puspitowati